Langsung ke konten utama

Sudah PMII kah kita?

 

Pergerakan mahasiswa siswa Islam Indonesia. Secara basis masa tidak perlu untuk di kalkulasikan kuantitas nya,setiap pergguruan tinggi tingkatan rayon, komisariat mampu merekrut anggota dengan basis masa yang bisa dibilang fantastis,dengan metode pengenalan historis PMII yang konsisten dengan faham Islam ahlussunah wal jamaah,dan asas tunggal Pancasila dalam bernegara.

Pengenalan PMII secara kaderisasi formal bermula dengan tahapan MAPABA (masa penerimaan anggota baru) degan dikenalkan ideologis PMII dan identitas mahasiswa yang mempunyai peran penting dalam lingkup sosial.

Di berikan citra diri sebagai insan Ulul Al-Bab,anggota/kader PMII yang memiliki keyakinan untuk memperjuangkan idealisme mahasiswa di garis perjuangan bersama PMII,di bekali sikap yang yang harus di pegang teguh dalam rumusan setiap gerak,ketauhidan dalam hal ini kita memasrahkan diri terhadap Allah SWT,

-hablumninallah

-habluminannas

-dan habluminalalam

Perinsip ini harus tetap konsisten demi terwujudnya ruang sosial dan spiritual dalam berkesinambungan secara kolektif,dan mampu merekonstruksikan hasil untuk kemaslahatan umat.

PMII secara historis di dirikan untuk menjadi basis pengembangan keilmuan mahasiswa demi terciptanya mahasiswa yang bertanggung jawab terhadap ilmunya untuk masyarakat.




Pen:Ihya

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

                               MALAM PUNCAK SIG PMII RAYON PBS Sebagai tim yang mengikuti langsung proses dokumentasi kegiatan Sekolah Islam Gender (SIG), kami di MediaMovement tidak hanya menyaksikan peristiwa demi peristiwa, tapi juga merasakan energi perubahan yang tumbuh dalam setiap sesi, hingga akhirnya meledak dalam panggung spektakuler bertajuk Gebyar Wajah Rayon 1 (GWR 1) . GWR 1 bukan sekadar malam puncak, ia adalah manifestasi dari gagasan dan kesadaran yang dibangun selama SIG. Pementasan seni tari, orasi-puitis, live music, hingga teater bertema patriarki bukanlah hiburan kosong. Setiap gerakan dan dialog adalah protes, kritik, sekaligus harapan—khususnya saat teater menyentuh isu “ sifat walid ”, simbol dominasi dalam struktur sosial yang seringkali tak disadari. Kami melihat bagaimana peserta SIG menjadikan panggung sebagai ruang aman untuk bersuara, untuk menggetarkan dindin...
  Kaaf Humanitarian Bahrain Resmikan Musholla Baru di Dusun Cempaka MediaMovement- Kaaf Humanitarian (Bahrain) resmikan Musholla Abdullah Hamd Buqois yang berlokasi di dusun Cempaka, Desa Banjarrejo 38b setelah pembangunan selama kurang lebih 3 bulan, Minggu (04/05/2025). Peresmian ini dibuka oleh Ketua Yayasan Sabar Dirin Husodo, Sudirin, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa musholla ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga akan digunakan untuk kegiatan sosial, keagamaan, pelatihan keterampilan, dan pendidikan agama. "saya mengucapkan banyak terimakasih kepada donatur dari Kaaf Humantarain (Bahrain) dan juga kepada tokoh-tokoh institusi IAIN Metro, tidak lupa saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh Pengurus Rayon Peradaban komisariat JuraiSiwo yang ikut serta berkontribusi dalam pembangunan Mushollah Abdullah Hamd Buqois. saya juga banyak berterimkasih kepada tokoh masyarakat yang dimana ikut sertas mensuport dalam pembangunan Musholla Abdul...
  “Bioskop Pergerakan” Rayon Peradaban: Belajar Kritis Lewat Layar, Merawat Kesadaran Sosial Media Movement— Rayon Peradaban Komisariat Jurai Siwo menggelar kegiatan bertajuk Bioskop Pergerakan pada Rabu, 29 Mei 2025, di Sekretariat Rayon Peradaban. Kegiatan ini menjadi ruang alternatif pembelajaran bagi kader, dengan menggabungkan media visual dan diskusi reflektif sebagai metode penguatan kesadaran sosial. Film dokumenter "Jika Kami Bersama" menjadi sajian utama dalam kegiatan tersebut. Dokumenter ini mengangkat kisah nyata individu yang terdampak langsung oleh ekspansi industri dan kebijakan yang merugikan. Tak hanya menyoroti penderitaan, film ini menampilkan potret solidaritas, harapan, dan perlawanan kolektif demi mempertahankan hak dan martabat masyarakat terdampak. Kegiatan didampingi langsung oleh Ketua Rayon Peradaban, Ibnu Agung Prayoga , bersama Ketua KOPRI, Naila Safa Salasabila . Penayangan film disambung dengan forum diskusi yang dipantik oleh Suta May...